Pages - Menu

Selasa, 24 September 2013













ARYA WINTANG
UPACARA MESEH LAWANG DAN PEBAYUHAN OTON
GEDE DUTA/GEDE DALANG
DI SANDA PUPUAN



Pada hari rabu Tolo tanggal 11 september 2013 merupaka hari paweton GEDE DUTA PANGESTU ,
bertepatan pada kelahiran ini dilaksanakan beberapa upacara untuk si gde duta Pangestu, karena kemarin dulu dapat sakit dan setelah dilaksanakan mapinunas nurunan panumadin si Gde....maka dimintalah agar si gede duta pangestu dilakukan upacara maseh lawang agar tidak lagi sakit-sakitan, disertai pengelukatan pebayuhan oton, serta nawur sesangi dihadapan Hyang guru Kamulan dengan banten Sorohan maulam bebek agar dilaksanakan tepat pada hari otonnya. Kebetulan orang tuanya dan keluarga sudah siap dan memang setelah dilaksanakan ngaku agem maka perubahan kesehatan dari si gde duta semakin membaik, maka dari itu saat otonan yg  tiba tgl 11 sept. 3013 ini dibuatkannlah semua rangkaian upacara tersebut. Upacara tersebut dipuput oleh Jero Mangku Gunung bersama Jero mangku Dadia Arya Wintang di Sanda ( Jero Mangku Danu ).Selain rangkaian upacara dimaksud juga diadakan pertunjukan joged bumbung serta angklung untuk melengkapi nawur sesangi dari keluarganya. Astungkara  berkat Ida Sesuhunan Arya Wintang semua acara dapat berjalan aman ,lancar, rahayu..Setelah selesai upacara meseh lawang Gede duta seterusnya diganti namanya menjadi GEDE DALANG.....disini  beberapa gambar dari kegiatan tersebut....................
..rahajeng Keluarga besar arya Wintang di,manapun berada....mogi sareng sami mendapat tuntunan dari Ida batara Siwa Kawitan............

Senin, 23 September 2013

UPACARA PITRA YADNYA
KELUARGA ARYA WINTANG DI SUBAMIA

Semenjak kami bertiga jero mangku Siwa Anom, Jero Mangku Gunung dan Jero Mangku Budi, diberikan panugrahan muput seraja karya antuk panugrahan Ida Batara Rsi Agung sakti Arya Wintang dan Ida batara  Rsi Agung sakti Manggar Agung yang dituntundane mangku Siwa ( Mangku
Werdi ) maka kami bertiga di subamia hingga saat ini udah muput upacara potong gigi, dan empat kali upacara pengabenan dengan sawe preteka dan salah satunya dengan ngelanus . astungkara berkat asung kerta wara nugraha Ida susuhunan Ring Griya sarinbunana lan Ida Batara Kawitan semua acara dapat berjalan lancar dan aman sesuai harapan semeton arya wintang dan masyarakat sekitar.










demikian sekilas perjalanan yadnya khususnya pitra yadnya di kleuarga besar Arya wintang yang ada di subamia Tabanan. Gambar-gambar diatas mem[erlihatan kami bertiga selalu mrnyatu setiap muput pekerjaaan yang besar ataupu sangat penting..Astungkara ...........sami lancar.
PAWINTENAN PANUGRAHAN SERAJA KARYA 
PADA PIODALAN NADI
DI GRIYA SARINBUNANA
 
 
 
Pada tanggal 28 Nopember 2012, Buda manis prangbakat nemonin purnama sasih ke enam, merupakan hari piodalan di Pura Siwa /Griya Sarinbuana yang kali ini mengadakan piodalan nadi/jelih karena bertepatan dengan purnama. Karena piodalan nadi maka pelaksanaan piodalan dimulai lebih awal. Pada hari anggra kasih prangbakat pagi hari dilaksanakan pemelaspasan bale piayasan yang dipuput oleh jero gunung bersama jero mangku kawitan. Setelah upacara pemelaspas selesai dilanjutkan dengan melaksanakan melasti ke pantai soka, yang dilaksanakan oleh Jero Mangku Kawitan bersama jero Mangku Gunung. Datang dari nyiraman di segara dilanjutkan lagi dengan melasti ke toya tabah pada pura beji griya sarinbuana yang di puput oleh Jero Mangku gunung. Rangkaian upacara melasti pada hari ini diakhiri dengan upacara pengelinggian Ida batara ring pelinggih masing-masing.
Pada hari buda manis prangbakat, yang merupakan puncak acara dari pagi hari para pemedek umum dan keluarga arya wintang dari pagi hari sudah pada berdatangan untuk ngaturang bakti dan persembahyangan. Tidak henti-hentinya para pemedek silih berganti  berdatangan bersama keluarganya agar adapat ngaturang bakti. Pada siang hari kita mulai dengan ngantebang banten piodalan bersama mangku kawitan, mangku siwa anom, dan jero mangku gunung. setelah itu sampai malam kurang lebih jam sebelas rangkaian upacara piodalan dan para pemedek sudah berakhir dilanjutkan dengan acara PAWINTENAN PANUGRAHAN PAMUPUT SARAJA KARYA yang diberikan kepada 1. Made Arya Darma/mangku Siwa penerus/anom, 2. Jero Mangku Gunung dari Sanda, 3. Jero Mangku Budi dari Subamia.

Pelaksanaan pawintenan dimulai dari natab byakaonan dan prayascita seperti gambar ditas dan disamping sedang mabyakaon dan maprayascita. Upacara ini dipuput oleh jero Mangku Siwa Istri dan didampingi jero Mangku Kawitan Arya Wintang.
Setelah  selesai natab bayakaonan dan prayascita diteruskan dengan kayeh di jabe griya Saribuana yang dituntun oleh dane mangku dan disaksikan oleh keluarga besar Arya wintang. Prosesi pawintenan ini berjalan sangat khusuk dan sakral.
Setelah selesai mesiram dilanjutkan dengan ganti busana untuk siap ngelungsur pawintenan panugrahan pamuput saraja karya.
gambar jero mangku anom lanang istri dengan latar belakang jero mangku gunung istri yang lagi merasa kedinginan.gambar bawah jero mangku Gunung lanang istri , yang lanang sedang asyik mesiram tidak merasakan dingin karena tubuhnya lumayan berisi sehinga lebih tahan dengan dingin ketimbang dane jero mangku gunung istri.


gambar atas dane mangku Siwa( Mangku werdhi ) dalam kondisi sudah sakit akan ngerajah kain tempat duduk yang akan ngelungsur pawintenan 
gambar mejaya-jaya
nunas pinugran ring Betare Rsi Agunhg Sakti Arya Wintang dan Betara Rsi Agung Sakti Manggar Agung di Pura Griya Sarinbuana - Pura Siwa selaku Nabe
Demikian rangkaian upacara Nunas Pawintenan Panugrahan Seraja Karya pada saat piodalan nadi di pura siwa/griya Sarinbuana. Dan setelah upacara pawintenan selesai Pengurus besar Keluarga Arya Wintang pusat, mengumumkan dihadapan para bakta dan pemedek/ keluarga besar arya wintang bahwa ketiga orang yang sudah dapat penugrahan yaitu : 1.jero Mangku Siwa Anom lanang-istri dari Sarinbuana 2. Jero Mangku Gunung lanang-istri dari Sanda 3. Jero Mangku Budi lanang-istri dari Subamia selanjutnya sudah sah dan boleh muput seraja karya dimanapun berada terutama kepada keluarga besar arya wintang dimanapun. Ketiga dane mangku tersebut boleh dipendak untuk muput seraja karya ( Panca Yadnya ).

 

Minggu, 22 September 2013

PENGABENAN PENINGGIL/PENGELINGSIR ARYA WINTANG
DI GRIYA SARINBUANA


Pada tanggal 22 Februari 2013, Sukra Gumbreg merupakan hari yang menjadi kenangan bagi Jero Gunung, karena pada hari ini dipercaya untuk melaksanakan dan  muput upacara Pitra Yadnya untuk pengelingsir/peninggil Arya Wintang yaitu  Mangku Siwa ( Mangku Werdhi ) yang nama welakanya I Wayan Sedana. Hal ini bermula dari pesan beliau semasih hidup disaat beliau sudah sakit, sering berpesan kepada jero Gunung apabila menengok beliau di Griya Sarinbuana, apabila dikemudian hari ajal menjemput, dane mangku meminta kepada jero Gunung untuk mumputang semua upacara pengabenannya. Pesan ini selalu disampaikan kepada jeri Gunung, didepan anaka2-nya, serta Mangku Siwa yang istri. Pesan ini sudah disampaikan mulai sekitar awal bulan nopembaer 2012 saat itu beliau Mangku Siwa sudah sakit namun masih bisa jalan dan berbicara masih lancar, hanya tak berani duduk lama saja.Pada mulanya jero gunung diberikan mandat melaksanakan upacara Melaspas Merajan, Ngodalin, mesangih, Nyambutin, Pawiwahan , Pecolongan, dan Pewintenan pada keluarga Jero Manis dan pengabenan Jero Mangku Luwur jatiluwih sane istri..astungkara sami lancar sesuai ring perencanaanSelanjutnya setelah dane mangku siwa mantuk kembali pesan ini menjadi beban dihati jero gunung. untuk tidak ada kebimbangan dan keraguan siapa yang patut muput upacara pelebon mangku siwa, maka semua keluarga sepakat kembali nunasan ring baas pipis  ring sang sane mantuk. Pada kesempatan itu keluarga nunasang di dasaran dikerambitan, dan hasilnya tidak berubah sesuai dengan pesan beliau saat masih hidup yaitu jero gunung tetap yang akan muput acara pengabenan dan didampingi mangku anom yaitu putra tertua dari Mangku Siwa yang selanjutnya penggantikan posisi beliau mengembanmg tugas untuk warga arya wintang. .Pengabenan Mangku Siwa yg mengambil tingkatan madyaning utama dapat berjalan lancar . dimulai dari 7 hari sebelumnya dengan nanginin/ ngulapin kakak ipar mangku yang juga ikut ngiring di tepung tawari. upacara nanguan/ngulapin pada pagi hari diawali dengan matur piuning di mrajapati dan sedahan pengulun setra. Selajutnya pada sore hari dilajutkan upacara ngelelet/ngeringkes. Setelah pengeringkesan selesai dilanjutkan dengan acara ngulap nebus di prepatan agung ngelantur upacara meseh lawang.Dilanjutkan pada hari wraspati gumbreg dimulai dengan ngeringkes ukur di merajan, seterusnya ngayehang ke pancoran medi, setelah itu dilanjutkan upacara mepeed/memirak/muspa yang berakhir pada sore hari.Pada malam hari sekitar jam 12 malam dilanjutkan upacara nunas toya panembak di pancoran medi dan ngeluwang/suda bumi kesetra.Setelah itu dilanjutkan dengan mapepetik/ mageguntingan, pengaskaran dan mutru saji, Pengubaltian pare sentana/keluarga, dilanjutkan dengan Mepralina langsung mapepegat. Pada menjelang pagi dilanjutkan dengan nyegceg.
Pada hari sukra gumbreg pagi diawali dengan nunas purwa di Griya Sarinbuana dan Pura Kawitan, dilanjutkan uapacara melaspas wadah , lembu, jan trajang, banten pemerasmargi, matur piuning di pura mrajapati. Setelah itu baru nedunan sawe dari bale ngelantur Pelebon.Setelah selesai pembakaran  dan dilajutkan dengan upacara ngulap nebus, dan pengangkaran pengerekaan di setra diteruskan dengan ngerarung di tukad serta ngulapin. Pada pelebon ini juga dilaksanakan upacara ngelungah 2 orang yang mana telah dilaksanakan sebelum acara pembakaran dengan tirta dilanjutkan mendem. Setelah itu dirumah dilanjutkan dengan acara pecarauan manca sanak , nyapsap nglemiji dan nyepuh. baru setelah itu dilanjutkan dengan nunas/ngangget don bingin. Setelah pengajuman sekah bigin selesai diteruskan dengan upacara ngasti wedana/ngerorasin dan ngayut di tukad.
Besoknya diteruskan dengan upacara nyegara gunung/meajar-ajar didahului dengan ngulap nebus dipantai goa lawah terus tangkil di pura goa lawah, ngulap nebus di Pura Dalem Puri, Prajati, Tegal penangsaran, selanjutnya ke Pedarman dan terkhir di Penataran agung Besakih. Kemudian kembali pulang kesarinbuana dengan nangkilan di Pura Puseh, Griya Sarinbuana dan terkhir ngelinggihang di Pura Kawitan. Demikian sekilas Upacara pelebon dane Mangku Siwa/Mangku Werdhi Jero Wayan Sedana yang merupakan pengelingsir/peninggil dari keluarga Arya Wintang.
                                         Ngeringkes ukur
                                         Mepepetik/megeguntingan
                                          ngayehang di pancoran medi
                                         lembu putih petulangan mangku Siwa
                                        Jero Mangku Siwa Anom, Jero mangku Budi Subamia
                                        dan Jero Mangku Gunung di Pura Goa Lawah

Kamis, 27 Juni 2013

ARYA WINTANG DAN PUJAWALI DI GERIYA SARINBUANA

Para pratisentana Arya Wintang dan para sisya di Griya /Pura Siwa Sarinbuana pada hari Buda Umanis Prangbakat tanggal 26 juni 2013. melakukan ngayah dan persembahyangan di Griya sarinbuana karena hari itulah patokan Hari Puja wali/piodalan  di griya Sarinbuana. Cuaca sangat mendukung karena sudah mulai tidak ada hujan, dan acara pujawali di mulai dari jam 9 pagi. 
Acara dimulai dengan melakukan pecaruan dan nyapsap yang sudah dilaksanakan sehari sebelumnnya yaitu pada hari anggara kasih prangbakat. pada puncak acara dimulai dengan ngulap nebus Ida Batara yang diistanakan di Griya yang selanjutnya distanakan pada gegaluhan. Selesai ngulap nebus seterusnya dilanjutkan nyiraman gegaluhan/pralinggan Ida Batara ke beji Pangkung Kidang namanya.Prosesi ngebejiang diikuti oleh para pemangku, dan pengayah serta sekaa gong.
Rawuh dari ngebejiang sampai di Pura Siwa dilajutkan dengan nyiraman duwen-duwen Ida Batara yaitu Prasasti Sarinbuna/Jayapangus, Prasasti Arya Wintang, Bajra Pusaka yang berkepala cakra dan batu hitam yang berwujud kepala, semua benda-benda sakral tersebut disiramkan pada komba tidak diiring ke toya tabah atau beji.Dilajutkan dengan ngelinggiang Ida Betara pada pelinggih masing-masing serta diikuti dengan upacara pemendak Ida Batara sami.
Setelah Ida batara Melinggih dikahyangan masing-masing mulai para sisya menghaturkan persembayangan dengan silih berganti dari segala penjuru desa yang dipimpin oleh para pemangku. Para pemedek ddari jam 10 pagi sampai jam 7 sore tetap rame ngatrurang bakti.Setelah para pemedek selesai ngaturang bakti acara pujawali dilanjutkan pada malam hari sampai puput.

Minggu, 02 Juni 2013

ARYA WINTANG DAN SILSILAH KELUARGA PURUSA DI KARYASARI

ARYA WINTANG KARYASARI

Ida Rsi Agung Sakti Manggar Agung di griya sarinbuana berputra :
1.. I Agung Gde Agung nantinya menetap di Sarinbuana
2. I Agung Bintang Jati nantinya menetap di Sangketan
3. I Agung Wintang Sakti nantinya menetap di Beng
4. I Agung Manik Bintang nantinya menetap di Sanda
5. I Agung Teja Agung nantinya menetap di KARYASARI
Selanjutnya I Agung Teja Agung yang berada di karyasari/kebonjajung, beliau menurunkan putra :
1. PAN AGUNG RAI selanjutnya  Pan Agung Rai berputra :
    PAN GDE SIWA
    Pan Gde Siwa  berputra PAN JATI 
    PAN JATI berputra :
          1. PAN RAKSA
          2. NI SARI
              PAN RAKSA selanjutnya berputra  :
                   a.PAN TULUS
                   b.PAN DADI  selanjutnya  Pan Dadi pindah ngarangin ke Sanda, sedangkan Pan Tulus
                      menetap di Karyasari.
Diceritakan keturunan dari PAN TULUS di karyasari mempunyai putra :
1. PAN SIWAH
2. PAN RENGANIS
3. PAN JANJI
Kita mulai dari PAN SIWAH  berputra  :
         1. PAN BANDAR
         2. PAN DANAN
         3. PAN JABLEG
         4. PAN KEREG
         5. PAN RIMBEN
         6. PAN REDEN
Selanjutnya PAN RENGANIS berputra :
         1. PAN SELER
         2. PAN RIMBANG
         3. PAN REBEN
         4. PAN RINGGEG
         5. PAN JIGEH 
Selanjutnya PAN JANJI  berputra :
         1. PAN PANCER
         2. PAN ADRI
         3.PAN SARWA
Sekarang kita mulai dari PAN BANDAR tidak mempunyai keturunan laki-laki, beliau mengangkat anak 2 orang yaitu PAN SIWI/PAN SRIANA yang merupakan putra dari PAN REDEN di Sarinbuana dan PAN MARWA  putra dari PAN DANAN  di karyasari.
PAN SIWI/PAN SRIANA  menurunkan :
1..Pan Sumiada
2. Pan Rintama
          Pan Sumiada menurunkan ;
                  a. I Putu Tugastra
                  b. I Made Okayana
          Pan Rintama menurunkan :
                  a.  I Gede Rintama
 PAN MARWA menurunkan :
1. Pan Tuti
2. Pan Srini
          Pan Tuti menuirunkan        :
                   a. I Koman Dodiana
          Pan Srini menurunkan         :
                   a. I Kadek Wisnu
 Selanjutnya  PAN DANAN menurunkan  :
1.PAN LENDI
2.PAN SAMBRUG
3.PAN MARWA............menjadi anak angkat PAN BANDAR
4.PAN SUJARYA
5.PAN JARWA
6.PAN PARWA
Selanjutnya PAN LENDI menurunkan       :
 a. Pan Stemen
     Pan Stemen menurunkan                        :
                     a. Putu Artayasa
                     b. Nyoman Sukaba
Selanjutnya PAN SAMBRUG menurunkan :
a. Made Aryana
b. Pan Suartama
    Pan Suartama menurunkan                        :
                      a. I made Dwi.......
Selanjutnya PAN SUJARYA meurunkan       :
a. Pan Sukaratnadi
    Pan Sukaratnadi menurunkan                      :
                       a. I Putu Agus.......
Selanjutnya PAN JARWA menurunkan           :
a, Nyoman Kartika
Seterusnya PAN PARWA menurunkan             :
a, Pan Kartika Sari
PAN JABLEG menurunkan                             :
a.PAN RUNGGEG
b.PAN RIRIG
           PAN RUNGGEG menurunkan                :
               a. PAN WASTI
               b. PAN SUGINA
               c. PAN SURADI
                      
                   PAN WASTI menurunkan                :
                             a.Sudaniarta
                             b.Andi Suryawan
                             c. Nyoman Rudi
                   PAN SUGINA......anaknya semua perempuan
                   PAN SURADI menurunkan              :
                             a.Made Artyadana
                             b.Nyoman Aryadana
             PAN RIRIG berputra                                :
                 a.PAN RIASA
                 b.PAN RIANI
                    
                    PAN RIASA menuirunkan                 :
                              a. Putra Dana
                              b. Suryantika

PAN SELER berputra                                            :
1. PAN RANGGEG
2. PAN PUREG
3. PAN WIKRI

PAN RANGGEG berputra                                       :
      a. PAN RINADA
      b. PAN WINARTI
      c. PAN SUTARJA
       
          PAN RINADA berputra                                  :
                  a. Putu Sukawidana
PAN PUREG berputra                                               :
      a. PAN RIAJA
      b. PAN WIADA
      c. PAN SUMAYANI
      d. PAN TUWI
      e. PAN EKA
 
          PAN RIAJA berputra   :
                  a. Arta Wiguna
                      Arta Wiguna  berputra                         :
                                   a. Putu ina Karnawan
          PAN WIADA  berputra     :
                  a. Putu Wiada
                      Putu Wiada berputra     :
                                   a. Gde Wira Arya Rasmawan
                                   b. Kadek............
          PAN TUWI  berputra       :
                  a. Ketut....................
         PAN  EKA  berputra   :
                  a. Kadek Dwirya Oka Subrata
PAN WIKRI  berputra          :
1. PAN MERTADANA
2. PAN RINA
3. KETUT BUDIASTRA

    PAN RINA  berputra          :
                  a. Putu Agus Saputra
    KETUT BUDIASTRA  berputra   :
                  b. I Gede Mertayasa

PAN RIMBANG  berputra    :
1. PAN RIDIA
    PAN RIDIA  berputra          :
           a. PAN REGEN
           b. PUTU SUKAWIANA

               PAN REGEN berputra       :
                    a. Regen Adianto
                    b. .......................
               PUTU SUKAWIANA  berputra    :
                     a. Putu Agus...........

PAN REBEN berputra              :
1. PAN MENTARA
    PAN MENTARA  berputra    :
             a. PAN DAMAYANTI/KETUT MENTARA
                 KETUT MENTARA  berputra       :
                      a. Komang Agus Yogianto

PAN RINGGEG  berputra        :
1. PAN SUWINTARI
2. PAN SUDIANA
3. PAN SRITA
   
    PAN SUWINTARI  berputra    :
                a. Made Darmayasa
                    Made Darmayasaa berputra         :
                     a. Kadek..............
    PAN SUDIANA  berputra   :
                 a. Sukatapa
    PAN SRITA  berputra          :
                 a. Ketut Ari Putra

PAN JIGEH  ber[putra    :
a. PAN WARDIASDA
    PAN WARDIASA  berp[utra   :
                 a. Arta Buana

PAN PANCER berputra               :
a. PAN GABRUG
    PAN GABRUG  berp[utra      :
                 a. Purnasa
                 b. Ketut Runasa

PAN ADRI berputra  :
 PAN MULAI............anak angkat dari PAN RINGGEG
 PAN MULAI berputra    :
                  a. Sunada
                  b. Sunaba
                  c. Sunarba
                       Sunada berputra     :
                                        a. Kadek Adi.......
                       Sunaba berputra       :
                                        a. Putu Arimbawa
                        Sunarba  berputra    
                                        a. Putu Adu Juniarta

PAN SARWA  berputra  :
a. Sri Ardana

SILSILAH KELUARGA YANG KE SARINBUANA
( PAN KEREG, PAN RIMBEN, PAN REDEN )

PAN RIMBEN  berputra    :
a. PAN MINDRING
b. PAN SUKRI
c. PAN MULI
d. PAN SUTARJA
   
           PAN MINDRING berputra    :
           a. PAN SENITA
                      PAN SENITA berputra   :
                      a. Wayan Senita

            PAN SUKRI  berputra   
            a. I MADE MERTA
            b. I NYOMAN SUNARTA
            c. I KETUT NAWA
            d. I MADE NATAR
                 
                 I MADE MERTA  berputra   :
                       a. I made Winarsa
                       b. I Nyoman Widiarsa
                 I NYOMAN SUNARTA.............nyentana di Sarinbuana
                 I KETUT NAWA  berputra   :
                       a. Kade Diana Putra
                 I MADE NATAR  berputra   :
                       a. Kadek ari..........

            PAN MULI berputra   :
            a. I MADE SUDARSANA
            b. I KOMANG SUARDANA
            c. I KETUT SUMAJAYA

            PAN SUTARJA  berputra     :
            a. I WAYAN SUTARJA
            b. I KOMANG KANCRUNG
            c. I KETUT SUTARSA
                I Wayan Sutarja berputra :............
                I Komang Kancrung berputra :.......
                I Ketut Sutarsa berputra :...............

PAN KEREG  berputra   :
a. PAN PUTU WITYANAYA
b. PAN SUJENDRI
c. PAN JENDRA
d. PAN TAWA
    PAN PUTU WITYANAYA  berputra      :
              a. PUTU WITYANAYA
              b. I MADE DASTRA
              c. I NYOMAN WARTA
              d. I KEUTU PURWA

                      PUTU WITYANAYA  berputra  :
                            a. Arya Wiwaha
                      I MADE DASTRA  berputra      :
                            a. I Gede Satyabudi
                      I NYOMAN WARTA berputra :
                            a...........
                      I KETUT PURWA  berputra   :
                            a. ................

    PAN SUJENDRI  berputra    :
               a. I WAYAN SUJENDRI
               b. I MADE SUARNATA
    PAN JENDRA  berputra         :
               a. WAYAN SUJENDRA
                   WAYAN SUJENDRA  berputra     :
                             a.  Wayan Bagus Utama
    PAN TAWA  berputra     :
               a. WAYAN TAWA
               b. KRUT BADUNG
                   WAYAN TAWA  berputra   :
                              a. Wayan Setiaguna
                              b. Kade Arya Kusuma

PAN REDEN  berputra   :
a. PAN SIWI.....diangkat anak ke karyasari pada PAN BANDAR

SILSILAH KELUARGA  PURUSA ARYA WINTANG YANG PINDAH KE SANDA DARI KARYASARI
(KETURUNAN DARI PAN DADI )

PAN DADI  berputra  : 
a, MEN SADIA...............( yang laki sentanaan dari lkeluarga Mangku Gde di Sanda )

     MEN SADIA/PAN SADIA  berputra  :
          a. PAN JERO
          b. PAN GOBYOG
          c. PAN JOROG

              PAN JERO berputra  :
              a. I NENGAH SANTOG/PAN GADRI
                  PAN GADRI berputra     : 
                         a. I WAYAN POGLO
                         b. I KETUT KANCRUNG
                         c. I KETUT SUARTIKA
                         d. I WAYAN SUARTA
                          I WAYAN POGLO/PAN PUTU berputra   :
                                a. IR. I PUTU ARSANA JERO MANGKU GUNUNG
                                    Jero Mangku Gunung berputra  :
                                          a. Putu Gde Harry Pramana
                                b. I MADE ARDANA
                                    I Made Ardana berputra             :
                                          a. I Gede Bayu Pradana
                                          b. Kadek Wahyu Pradana
                          I KETUT KANCRUNG berputra         :
                                 a. I WAYAN SUARTANA/lotre
                                 b. I MADE WIDIANA
                                     I Made Widiana b erputra  :
                                           a. Putu Rama
                           I KETUT SUARTIKA   berputra  :
                                  a. I KOMANG NANDA
                           I WAYAN SUARTA  berputra       :
                                  a. I Gede Pageh
                  
                  PAN GOBYOG............tidak ada keturunannya/putung
       
                  PAN JOROG berputra      :
                            a. I WAYAN WANENG
                            b. I NYOMAN WADI
                            c.  I KETUT WADU

                                 I WAYAN WANENG  berputra   :
                                     a. I Wayan Saritana
                                 I NYOMAN WADI berputra     :
                                     b. I Wayan Darmada
                                          I Wayan darmada berputra  :
                                                  a. I Putu Adi 




                                                              DI SURAT OLEH :
                              IR.I PUTU ARSANA/  JERO MANGKU   GUNUNG 


Sabtu, 01 Juni 2013

ARYA WINTANG DI BALI DAN HUBUNGAN DENGAN PURA DALEM BALINGKANG

ARYA WINTANG

Dikisahkan Ida Rsi Agung Sakti Manggar Agung sebelum sarinbuana diserang pasukan I Jeling, beliau sudah punya 5 putra  yaitu :
1. I Agung Gde Agung
2. I Agung Bintang Jati
3. I Agung Wintang Sakti
4. I Agung Manik Bintang
5. I Agung Teja Agung

Selajutnya keadaan semakin aman dan diceritakan I Agung Gede Agung mempunyai anak bernama I Agung Bintang Agung yang menetap di Sarinbuana dari keturunannya ada yang pindah ke ke wilayah jimbarwana atau jembrana yang sekarang menetap di Desa Tegal Cangkring dan Desa Penyaringan. Setelah beberapa generasi disebutkan keturnan dari I Agung Bintang Agung ada yang ngarangin ke Manik Yang, Pupuan Sawah dan Ke Mendek. Selanjutnya juga disebutkan ada keturunannya yang pindah ke Kebon Tumpalan , Ampadan dan Kambangan.
Diceritakan adik dari I Agung Gede Agung yang pada masa peperangan di Sarinbuana adiknya lagi 4 menyebar menyelamatkan diri yaitu I Agung Bintang Jati lari ke Sangketan. I Agung Wintang Sakti lari sampai di Beng. I Agung Manik Bintang menuju Desa Sanda. dan I Agung Teja Agung menuju Kebonjajung/Karyasari. Selanjutnya keturunan I Agung Bintang Jati yang disangketan kemudian ada yang pindah ke Rijasa, Tegal Linggah, dan Sigaran. Dan setelah beberapa generasi ada lagi yang pindah dari sangketan ke desa Bantas.
Selanjutnya I Agung Wintang Sakti yang di Beng, keturunannya ada yang pindah ke Subamia dan seterusnya ada yang ke Mangesta/Piling. Demikian pula keturunan dari I Agung Teja Agung di Kebonjajung/Karyasari ada yang pindah ke Sanda, dan setelah beberapa generasi ada lagi yang kembali ngarangin ke Sarinbuana.
Sedangkan I Agung Manik Bintang yang di Sanda keturunannya ada yang pindah menuju desa Batungsel. Disebutkan ada keturunan Arya Wintang yang di Pupuan Sawah membangun Pura untuk memuja dewi Sri di suatu tempat yang sekarang disebut Pura Aseman dan dilengkapi pula dengan pelinggih Pura Sariinbuana. Keturunan yang di Pupuan Sawah ada yang pindah ke Cibukan dan Menungul. Keluarga yang ada di Manik Yang selajutnya ada yang pindah ke Apit Yeh, Gempinis, dan Dalang. 
Demikian keadaan dan perjalanan keluarga Arya Wintang yang merupakan keturunan Mahabrahmana dan sebagai pejabat penting di kerajaan bali saat pemerintahan Dalem Balingkang/Jayapangus.
Selanjutnya sesuai dengan PURANA PURA DALEM BALINGKANG, ada ditegaskan bahwa warga Sarinbuana yang dimaksud Arya Wintang adalah sebagai KRAMA PENYUCUK di Pura Dalem Balingkang. Maka dengan demikian jelaslah warga Arya Wintang wajib bakti kepada sesuhunan yang beristana di Pura Dalem Balingkang sesuai dengan bisama Batara Kawitan.